Palu – Dunia akademik tidak hanya terbatas pada bangku kuliah dan tumpukan buku, melainkan sebuah medan kreativitas yang menuntut ketajaman literasi. Semangat inilah yang mendasari Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako (Untad) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul "Manajemen Waktu Perspektif Islam". Rabu (11/03/2026).
Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Siti Rachmi Amir Singi, S.Sos., M.Si. Beliau secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan yang menekankan pentingnya peran bedah buku dalam ekosistem literasi.
Dalam arahannya, Ibu Siti Rachmi Amir Singi menyoroti bahwa kegiatan bedah buku merupakan salah satu upaya strategis dalam mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.
"Perpustakaan memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat penyimpanan dan penyedia informasi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu mendorong lahirnya masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkarakter," ujar beliau.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa tema manajemen waktu dalam perspektif Islam sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Dalam ajaran Islam, waktu merupakan amanah berharga yang tidak dapat digantikan. Oleh karena itu, kemampuan mengelola waktu secara bijak menjadi kunci keberhasilan dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun tanggung jawab kemasyarakatan.
Beliau juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran staf Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, serta kepada Dekan Fakultas Ekonomi Untad, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., atas kerja samanya dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah daerah, yaitu "Sulawesi Tengah Berani Cerdas". Langkah ini selaras dengan visi Gubernur Sulawesi Tengah tahun 2025–2029 untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis kearifan lokal serta pembangunan berkelanjutan (Sulawesi Tengah Nambaso) di bawah kepemimpinan pasangan Anwar-Reny.
Adapun tujuan penting dari pelaksanaan bedah buku ini adalah :
Meningkatkan literasi masyarakat secara luas.
Memperdalam pemahaman isi buku secara kritis sekaligus mempromosikan karya penulis kepada publik.
Memfasilitasi transfer ilmu, mendapatkan masukan konstruktif bagi penulis, serta membangun budaya berpikir kritis.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif mengenai implementasi manajemen waktu dalam perspektif Islam. Inisiatif sinergi antara Dispusaka Sulteng dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako ini patut diapresiasi. Diharapkan kolaborasi ini dapat memperkuat jaringan perpustakaan se-Sulawesi Tengah dan memberikan dampak luas bagi peningkatan kualitas literasi masyarakat.
Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.