Gubernur Sulawesi Tengah Lantik Siti Norma Mardjanu sebagai PAW Anggota Komisi Informasi

Share on:
Berita Kegiatan

Gubernur Sulawesi Tengah Lantik Siti Norma Mardjanu sebagai PAW Anggota Komisi Informasi

Image

PALU – Pelaksana Tugas (Plt.) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Prov. Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., menghadiri pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi melantik Siti Norma Mardjanu sebagai PAW Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2021-2025. Acara pelantikan ini berlangsung di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur, dan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido. Rabu, (12/03/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan selamat kepada Ibu Siti Norma Mardjanu yang baru saja dilantik. “Mudah-mudahan pelantikan ini membawa berkah, terutama di bulan suci Ramadan ini. Saya juga bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala nikmat yang diberikan, sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Gubernur menekankan pentingnya peran Komisi Informasi dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi masyarakat. “Komisi Informasi merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Lembaga ini dibentuk untuk memastikan keterbukaan informasi dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Anwar Hafid juga menginformasikan beberapa program yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi, antara lain:

  1. Program “Berani Cerdas” : Program ini akan memberikan bantuan beasiswa kepada sekitar 25.000 hingga 30.000 mahasiswa pada tahun 2025. Pemerintah juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk membantu pembiayaan sekolah-sekolah, sehingga mengurangi beban biaya pendidikan bagi masyarakat.
  2. Program "Berani Sehat" : Program ini bertujuan membantu masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan. Saat ini, sekitar 10% masyarakat Sulawesi Tengah masih tergolong miskin dan belum memiliki akses kesehatan yang layak. Selain itu, terdapat 65.000 warga yang menunggak pembayaran BPJS. Pemerintah akan memastikan bahwa mereka tetap dapat dilayani di rumah sakit hanya dengan menunjukkan KTP.
  3. Pelatihan Keterampilan melalui Welding Academy : Pemerintah sedang merancang program pelatihan keterampilan bekerja sama dengan Al Khairat. Program ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang belum memiliki keterampilan kerja.
  4. Kursus Bahasa Mandarin : Pemerintah sedang menjajaki kerja sama dengan investor untuk membuka kursus bahasa Mandarin, mengingat tingginya permintaan tenaga kerja bilingual di daerah industri seperti Morowali.

Gubernur mengakui bahwa Sulawesi Tengah masih dihadapkan pada tantangan kemiskinan dan keterbatasan infrastruktur. “Kami berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Kami juga berharap Komisi Informasi dapat terus memberikan masukan dan saran yang berkaitan dengan pembangunan provinsi ini,” ujarnya.

Menjelang Lebaran tahun ini, pemerintah juga fokus pada pengendalian inflasi, terutama harga tabung gas elpiji 3 kg yang sempat mencapai Rp60.000 per tabung. “Ibu Wakil Gubernur memimpin upaya untuk menstabilkan harga. Kami berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” tegas Gubernur.

Gubernur menutup sambutannya dengan harapan agar semua kepala OPD dapat bergerak cepat dalam menangani berbagai program ini. “Dengan sistem kerja yang cepat tanggap, cepat tindak, dan cepat tuntas, kami yakin dapat meminimalisir hambatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

. . .