Komitmen Akses Pasar Global, Pemerintah Dorong 1.000 Pelaku Usaha Sulawesi Tengah Berani Ekspor

Share on:
Berita Kegiatan

Komitmen Akses Pasar Global, Pemerintah Dorong 1.000 Pelaku Usaha Sulawesi Tengah Berani Ekspor

Image

Palu – Kepala Bidang Deposit Pengembangan Koleksi, Pengolahan dan Konservasi Bahan Perpustakaan, Ibu Andi Ariani, S.E., M.Si., menghadiri kegiatan Gerakan 1000 Pelaku Usaha Berani Ekspor yang dirangkaikan dengan Kunjungan Kerja Badan Karantina Indonesia, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI. Acara strategis ini berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco, Kota Palu. Kehadiran Ibu Andi Ariani ini bertujuan untuk mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Siti Rachmi Amir Singi, S.Sos., M.Si., Senin (28/9/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud sinergi antara Kementerian UMKM, Kementerian Desa & PDT, serta Badan Karantina Indonesia untuk memanfaatkan wewenang institusi dalam memberikan dukungan penuh bagi UMKM di tanah air. Melalui deklarasi ini, pemerintah berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi masyarakat demi mewujudkan visi Palu Nambaso menjadi sebuah cita-cita Gubernur Sulawesi Tengah, Bapak Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., untuk menjadikan Palu sebagai kota yang besar, hebat, dan terkenal di kancah nasional maupun internasional.

Dalam laporannya yang disampaikan melalui tayangan video, Gubernur Anwar Hafid memaparkan capaian program Berani Sehat yang telah menjangkau 270.000 orang. Beliau juga memperkenalkan Ketua Kadin Parigi Moutong sebagai salah satu pengekspor durian yang sukses menembus pasar dunia dengan nilai ekspor mencapai 8,162 juta ton sesuai standar GACC. Potensi ekspor ini dipastikan kian marak mengingat jadwal penerbangan internasional rute Palu–Guangzhou akan dibuka hampir setiap hari mulai Oktober mendatang. Komoditas unggulan lain seperti sarang burung walet, kelapa, kakao, kepiting bakau, dan ikan tuna siap didorong untuk mendunia.

Menteri UMKM RI, Ir. Maman Abdurrahman, membuka arahannya secara khidmat dengan salam adat Dayak, “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.” Beliau merefleksikan kasus pencekalan (suspend) ekspor sarang burung walet oleh otoritas General Administration of Customs of China (GACC) di masa lalu yang sempat merugikan puluhan pengusaha lokal. 
Melalui analogi fungsi organ tubuh, Menteri UMKM menegaskan bahwa pemerintah pusat kini hadir membawa solusi nyata.

Langkah konkret yang ditempuh pemerintah meliputi optimalisasi peran Badan Karantina Indonesia sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi serta posisi tawar (bargaining position) dalam perdagangan internasional (trade-in/trade-out). Selain itu, pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan melekat bagi pelaku usaha dan mengoptimalkan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menaikkan plafon anggaran pada tahun depan. Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia, Bapak H. Abdul Kadir, S.Pi., M.Si., melalui Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Marwan, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa UMKM harus "Naik Kelas" melalui standarisasi global. Ke depan, pihak karantina bahkan berencana membentuk Klinik Berani Ekspor demi mempermudah ekspansi pasar bagi para pengusaha di Sulawesi Tengah.

Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.

. . .