Menata Integritas, Evaluasi, Dispusaka Sulteng

Share on:
Berita Kegiatan

Menata Integritas, Evaluasi, Dispusaka Sulteng

Image

Palu- Dunia literasi dan kearsipan bukan sekadar urusan tumpukan buku atau dokumen usang. Di era digital ini, tata kelola perpustakaan adalah wajah peradaban sebuah daerah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah kini berada di titik krusial untuk melakukan langkah besar: menata integritas melalui evaluasi berkelanjutan.

Langkah nyata ini tercermin dari koordinasi strategis yang dilakukan Sekretaris Dispusaka Sulteng, Muh Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., bersama Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI). Pertemuan audensi yang melibatkan Dadan Darusman, S.I.P. dan Ichwan Singi, S.E., M.M., bukan sekadar seremoni formal, melainkan fondasi bagi pelaksanaan Pelatihan Sistem Administrasi Perpustakaan yang dijadwalkan pada Rabu, 4 Februari 2026.

Mengapa ini penting?
Integritas sebuah lembaga kearsipan diuji dari sejauh mana sistem administrasinya mampu beradaptasi dengan transparansi dan ketepatan data. Evaluasi terhadap kompetensi tenaga pustakawan menjadi harga mati. Kerjasama antara Dispusaka, ATPUSI Sulteng, dan ATAS Sulawesi Tengah ini harus dipandang sebagai upaya "pencucian" birokrasi dari cara-cara konvensional menuju sistem yang lebih akuntabel.

Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni pelatihan semata. Dibutuhkan komitmen pasca-pelatihan agar administrasi perpustakaan di Sulawesi Tengah benar-benar mampu melayani masyarakat dengan standar profesionalisme tinggi. Menata integritas memang dimulai dari penataan administrasi, karena dari sanalah kepercayaan publik terhadap data dan ilmu pengetahuan dibangun.

Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.

. . .