Menyongsong Masa Depan Sulawesi Tengah dengan Visi "Sembilan Berani"

Share on:
Berita Kegiatan

Menyongsong Masa Depan Sulawesi Tengah dengan Visi "Sembilan Berani"

Image

Palu – Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Bpk. Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., menghadiri Rapat Pimpinan di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Dalam rapat penting yang dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bpk Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, dan Wakil Gubernur, Ibu dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, berbagai langkah strategis dibahas untuk memastikan kemajuan provinsi ini. Rapat tersebut tidak hanya membahas serapan anggaran, tetapi juga menekankan pentingnya penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang selaras dengan visi-misi "Sembilan Berani" yang diusung oleh pasangan Anwar-Reny. Rabu, (05/03/2025)

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa penyusunan RPJMD harus segera dilakukan. "RPJMD adalah kewajiban kita sebagai pemimpin daerah yang baru terpilih," ujarnya. Beliau meminta Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda untuk segera membentuk tim yang efisien, tidak terlalu besar, namun mampu menghasilkan dokumen yang operasional dan sesuai dengan visi-misi "Sembilan Berani".

Gubernur juga menekankan bahwa seluruh kepala perangkat daerah wajib mendukung penyusunan RPJMD, baik secara langsung maupun melalui penyediaan data. "Meskipun tidak masuk dalam tim, dukungan data dari setiap kepala daerah adalah mutlak," tegasnya. Targetnya, RPJMD harus selesai pada April 2024, sehingga dapat segera diimplementasikan.

Empat Pilar Pembangunan: Pro Poor, Pro Job, Pro Growth, dan Pro Environment

Gubernur Anwar Hafid mengingatkan bahwa setiap program yang dijalankan harus berpatokan pada empat pilar utama: Pro Poor (mengentaskan kemiskinan), Pro Job (menciptakan lapangan kerja), Pro Growth (mendorong pertumbuhan ekonomi), dan Pro Environment (melestarikan lingkungan). "Setiap sen yang kita keluarkan harus menyentuh empat aspek ini," tegasnya.

Beliau juga meminta setiap perangkat daerah untuk memiliki program unggulan yang berkaitan dengan empat pilar tersebut. "Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup harus memiliki program yang jelas dalam penanganan lingkungan. Rumah sakit harus memberikan pelayanan yang ramah dan efisien," ujarnya. Gubernur menegaskan bahwa inovasi dan kreativitas dari setiap dinas sangat dibutuhkan untuk menciptakan perubahan yang nyata.

Gubernur tidak main-main dalam hal pengawasan. Beliau berencana mengirim email secara berkala kepada setiap kepala dinas untuk mengevaluasi kemajuan program yang telah dijalankan. "Jika Bapak/Ibu tidak bisa menjelaskan apa yang telah dilakukan, saya anggap Bapak/Ibu mengundurkan diri," tegasnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Gubernur juga membahas efisiensi anggaran. Beliau mengungkapkan bahwa telah dilakukan pemangkasan belanja hingga 70% untuk beberapa pos yang dinilai tidak mendesak. Namun, hal ini tidak berarti mengurangi kualitas pelayanan. "Kita harus tetap berjalan, meskipun dengan anggaran yang terbatas," ujarnya.

Selain efisiensi, Gubernur menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beliau meminta Kadis Pendapatan Daerah untuk meningkatkan pendapatan minimal 50% dari tahun sebelumnya. "Potensi kita di bidang bea balik kendaraan dan alat berat harus digali lebih dalam," ujarnya. Gubernur juga berjanji akan membantu mengatasi perusahaan-perusahaan yang tidak mematuhi peraturan perpajakan.

Gubernur Anwar Hafid juga menyinggung pentingnya menjaga lingkungan. "Kebijakan kita harus selalu berpihak pada lingkungan," tegasnya. Beliau meminta setiap dinas untuk memastikan bahwa program-program yang dijalankan tidak merusak lingkungan, terutama mengingat kondisi kerusakan lingkungan di Sulawesi Tengah yang cukup memprihatinkan.

Rapat ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membawa perubahan yang nyata bagi masyarakat. Dengan visi "Sembilan Berani" dan empat pilar pembangunan, Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido berkomitmen untuk menciptakan Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan ramah lingkungan.

Masyarakat Sulawesi Tengah patut optimis. Dengan kepemimpinan yang tegas, transparan, dan berorientasi pada hasil, masa depan yang lebih baik bukanlah sekadar impian, tetapi sebuah keniscayaan. Bersama Anwar-Reny, Sulawesi Tengah siap melangkah berani menuju kemajuan!

. . .