Pengukuhan Pengurus PKK dan Bunda Literasi Sulteng Masa Bakti 2025–2030 Dilaksanakan di Aula Pogombo

Palu, Sulawesi Tengah – Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., menghadiri acara pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda Anti Narkoba, Bunda Peduli Stunting, Bunda Literasi, serta pelantikan pengurus Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada hari ini. Kamis, (27/03/2025). Pengukuhan Bunda Literasi dan Tugas Strategis
Ibu Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Tengah dengan tugas utama melakukan sosialisasi, promosi, dan kampanye gerakan gemar membaca serta literasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat melalui berbagai metode dan media.
Dalam sambutannya, Sry Nirwanti Bahasoan menekankan pentingnya peran PKK dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia mendorong peningkatan kinerja Pokja PKK secara berkesinambungan, khususnya dalam penanganan stunting, narkoba, dan penguatan Posyandu. "Strategi penguatan Posyandu harus fokus pada tiga isu utama: penguatan layanan, penataan kelembagaan, dan revitalisasi pembinaan sesuai Permendagri No. 13 Tahun 2024," ujarnya.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyatakan bahwa PKK bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan gerakan pemberdayaan keluarga yang vital. Ia mengingatkan pentingnya peran PKK dari tingkat desa hingga provinsi. "Semakin aktif PKK, semakin besar dampaknya bagi masyarakat," tegasnya.
Anwar Hafid juga mengusulkan Sulteng sebagai Provinsi Bunga, terinspirasi dari penelitian yang menunjukkan bahwa keindahan bunga dapat menurunkan stres dan meningkatkan harmoni keluarga. "Bunga bukan sekadar hiasan, tapi simbol ketenangan dan kebahagiaan," ucapnya.
Gubernur menekankan penanganan stunting dan kematian ibu hamil sebagai prioritas. Ia mengajak Posyandu dan PKK meningkatkan pengawasan ibu hamil, termasuk pemasangan bendera penanda di rumah yang memiliki ibu hamil berisiko. "Target kita zero kematian ibu melahirkan," tegasnya.
Di sisi lain, Anwar Hafid mengingatkan bahaya peredaran narkoba yang menempatkan Sulteng di peringkat ke-4 nasional. "Kita harus bergerak cepat, terutama di sekolah-sekolah, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini," pesannya.
Pemerintah Provinsi Sulteng berkomitmen pada:
- Beasiswa pendidikan bagi anak tidak mampu, termasuk pembiayaan prakerin dan uji kompetensi SMK/SMA.
- Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, menjamin akses kesehatan gratis bagi pemegang KTP Sulteng
- Penyediaan jamban layak dan program makanan tambahan bagi anak melalui Posyandu.
Gubernur juga mendorong peran istri kepala dinas dalam PKK. "Jika istri aktif, suami pasti mendukung. Ini strategi membangun sinergi antara birokrasi dan gerakan masyarakat," ujarnya.
Acara ditutup dengan harapan agar seluruh program PKK dan Posyandu dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan manusia Sulteng yang lebih berkualitas.