Palu,- Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., pada hari Kamis, 4 Desember 2025, secara resmi memimpin upacara Pengambilan Sumpah dan Janji bagi sekitar 8.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Acara penting ini dilangsungkan di Gedung Pogombo dan diikuti ribuan peserta, baik secara fisik maupun melalui siaran daring yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kamis (04/11/2025).
Dalam arahannya, Gubernur Anwar menyampaikan penekanan yang mendalam mengenai pentingnya rasa syukur dan tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa menjadi seorang ASN adalah sebuah nikmat dan amanah besar yang diperoleh melalui proses perjuangan panjang dan kesabaran. Oleh karena itu, seluruh pegawai diminta untuk menghargai posisi tersebut dan menjalankan tugas kedinasan dengan sepenuh hati.
Sebagai inspirasi, Gubernur berbagi kisah perjalanan kariernya yang dimulai sejak menjadi CPNS pada tahun 1989 dengan pangkat IIA. Ia menceritakan bagaimana ia menjalani pekerjaan-pekerjaan dasar yang tidak memilih tugas, mulai dari mengetik surat, membuat amplop, hingga berkeliling mengantar dokumen ke berbagai instansi. Pengalaman-pengalaman tersebut ia sebut sebagai proses yang menguatkannya hingga mampu menaiki jenjang kepangkatan dari IIA ke 3A, lalu ke IVA dan IVB, menunjukkan bahwa keikhlasan dalam menjalankan tugas sekecil apa pun akan membuahkan hasil.
Gubernur juga menyinggung tentang pentingnya integritas dan kesederhanaan. Ia mengenang masa jabatannya sebagai Camat, di mana ia dan istrinya yang juga seorang ASN, bersepakat untuk menjaga diri dari godaan gaya hidup berlebihan, dengan lebih memprioritaskan kebutuhan rumah tangga. Bahkan, ia mengungkapkan keberaniannya untuk maju sebagai calon bupati dengan hanya mengandalkan SK pegawai negeri sebagai jaminan, menegaskan komitmennya untuk tidak pernah menggadaikan sumpah jabatan demi ambisi duniawi.
Di hadapan ribuan ASN yang baru saja mengikrarkan janji, Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa sumpah tersebut adalah pegangan moral utama sepanjang karier. Ia meyakini bahwa ASN yang konsisten dan ikhlas menepati sumpah pengabdian akan merasakan keberkahan dan kemudahan dalam meniti karier. Sebaliknya, ia menampik anggapan yang meragukan integritas ASN masa kini, menegaskan bahwa barisan ASN harus menjadi pelayan publik yang teguh, siap diatur, siap bekerja, dan siap menjaga amanah negara. Sebagai penutup, ia berpesan agar seluruh ASN menjadikan disiplin, integritas, dan sumpah jabatan sebagai kompas dalam setiap langkah penugasan.
Sumber: PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah