Transisi Kepemimpinan: Harapan Inovasi di Dispusaka Sulteng

Share on:
Berita Kegiatan

Transisi Kepemimpinan: Harapan Inovasi di Dispusaka Sulteng

Image

Palu, – Ruang Sekretariat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah pagi ini menjadi saksi sebuah momen penting dalam siklus birokrasi: serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Meski Gubernur menganjurkan prinsip Gaspol (gerak cepat, kerja pol) tanpa acara seremonial, pertemuan ini ternyata bernilai strategis dan penuh makna. Ia bukan sekadar formalitas, melainkan titik tolak bagi regenerasi kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi dan komitmen melayani. Senin, (05/01/2026).
 
Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., selaku Pelaksana Tugas (Plt.) yang telah mengabdi hampir 30 tahun di dinas ini, menyerahkan tongkat estafet dengan penuh keikhlasan dan harapan. Dalam sambutannya, ia tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga meletakkan dasar ekspektasi: inovasi dan kolaborasi. Pengakuan spontan Ibu Kadis bahwasanya ia sudah, (Pak Plt.) "memiliki firasat" tentang penggantinya menunjukkan kesiapan dan keinginannya untuk memastikan transisi berjalan mulus. Dedikasi tiga dekade Pak Idham adalah aset tak ternilai, sebuah memori institusional dan fondasi kokoh yang harus dirawat.

Pemimpin baru yang diserahi amanah, Siti Rachmi Amir Singi, S.Sos., M.Si., tampil dengan pendekatan terbuka dan kolaboratif. Dari awal, ia menekankan pentingnya kerja sama, saling percaya, dan pertukaran pikiran di dalam tim. Pesan Gubernur tentang pentingnya inovasi dalam satu bulan ke depan dan efisiensi anggaran menjadi penekanan utama. Ibu Kadis baru dengan lugas menyampaikan visinya: peningkatan pelayanan, optimalisasi kinerja dengan anggaran terbatas, serta komitmen pada nilai-nilai spiritual dan akuntabilitas melalui laporan rutin. Keterbukaan ruang diskusi bahkan hingga ke rumah pribadinya menunjukkan gaya kepemimpinan yang inklusif dan menghargai setiap anggota tim.

Ada beberapa poin kunci yang mencuat dari acara ini. Pertama, transisi ini berjalan dengan hangat dan penuh respek, mengedepankan semangat continuity and change, melanjutkan yang baik, memperbaiki yang perlu. Kedua, tekanan pada inovasi dan efisiensi adalah respons langsung terhadap arahan pemerintahan provinsi, sekaligus tantangan nyata di tengah dinamika anggaran. Ketiga, gaya komunikasi terbuka dan transparan dari pimpinan baru patut diapresiasi, karena dapat memacu partisipasi aktif seluruh jajaran.

Masyarakat Sulawesi Tengah berhak berharap. Perpustakaan dan arsip bukan sekadar gudang buku dan dokumen, tetapi pusat pengetahuan, penjaga memori kolektif, dan pencerdas kehidupan bangsa. Kehadiran pemimpin baru yang energik, didukung tim yang solid serta warisan dedikasi dari para senior, semestinya dapat mendorong terobosan pelayanan. Inovasi digital, peningkatan akses, pelestarian arsip daerah, dan program literasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas.

Akhir kata, selamat bertugas Ibu Siti Rachmi Amir Singi. Semoga kolaborasi ini mengantarkan Dispusaka Sulawesi Tengah pada babak baru yang lebih gemilang, memberikan kontribusi nyata bagi kecerdasan dan kemajuan masyarakat Sulawesi Tengah. Salam literasi, salam arsip!

Sumber : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.

. . .