Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak 2025 – Langkah Nyata Tingkatkan Budaya Literasi di Sulawesi Tengah

Share on:
Berita Kegiatan

Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak 2025 – Langkah Nyata Tingkatkan Budaya Literasi di Sulawesi Tengah

Image

Palu- Kamis, 23 Oktober 2025, bertempat di Hotel Aston, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak. Acara ini merupakan bagian dari upaya serius untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman literasi di kalangan anak-anak, khususnya di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengelola perpustakaan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta para pegiat literasi. (23/10).

Mewakili Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Apt. Devi Artini Uga, S. Farm., M.A.P., selaku PIC IPLM DAN TKM 2025 memaparkan Peran Serta   Dispusaka Provinsi Sulawesi Tengah terkait peningkatan minat baca  bagi siswa siswi di Sulteng.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah telah mencetak buku cerita anak yang mengangkat kearifan lokal. Langkah ini tidak hanya mendukung pelestarian budaya, tetapi juga membuat anak-anak lebih mudah terhubung dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Buku-buku ini diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini.

Kegiatan ini sejalan dgn semangat Visi misi Gubernur Sulawesi Tengah yaitu BERANI CERDAS. Dimana dalam kurun dua tahun terakhir, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah telah aktif mendistribusikan 1.000 bahan bacaan bermutu yang diterima dari Perpustakaan Nasional RI. Pada tahun 2024, sebanyak 256 lembaga menerima bantuan tersebut, dan pada tahun 2025 jumlahnya meningkat menjadi 271 lembaga. Bantuan ini disalurkan kepada Perpustakaan Desa, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan Rumah Ibadah, menjangkau masyarakat di berbagai lapisan dan lokasi.

Dalam pemaparannya, Ibu  Devi,  menyoroti pentingnya buku bacaan bermutu dan berjenjang yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Ini sesuai Permendikdasmen nomor: 030/tahun 2022 tentang penjenjangan buku. Beberapa strategi membaca yang diperkenalkan antara lain:

* Membaca Visual
* Membaca Nyaring
* Membaca Terbimbing
* Membaca Berpasangan
* Membaca Mandiri

Selain itu, beliau juga memperkenalkan “Aturan 5 Jari” sebagai panduan praktis bagi pengelola perpustakaan dan orang tua dalam memilih buku yang tepat untuk anak.

Kegiatan Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak tahun 2025 ini tidak hanya menjadi wadah evaluasi, tetapi juga penguatan sinergi antarpegiat literasi dan juga dalam rangka menyiapkan penjenjangan membaca bagi siswa-siswi se-Sulawesi Tengah melalui pendekatan ragam strategi membaca  sehingga harapan kami seluruh anak-anak kita tuntas tahapan membaca nya sehingga program Berani Cerdas dapat sukses. Dengan dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional, Pemerintah Provinsi, serta komunitas literasi, diharapkan Sulawesi Tengah dapat terus melahirkan generasi cerdas dan berkarakter melalui budaya baca.

Sumber : PPID Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.

. . .